Jumat, 05 April 2013

perdukunan vs globalisasi


Perdukunan adalah istilah penghinaan yang digunakan untuk menggambarkan praktik non medis ujungnya penipuan. Perdukunan merupakan kepura-puraan keterampilan non medis atau orang yang berpura-pura sebagai seorang ahli profesional, memiliki pengetahuan atau kualifikasi pada beberapa bidang keahlian, padahal dia tidak memiliki dan merupakan Seorang penipu.
Orang yang melakukan perdukunan biasanya tidak sendiri, mereka biasanya terdiri dari beberapa orang merupakan satu TIM yang modus operasinya adalah penipuan. Untuk mencari mangsa ada orang-orang yang bertindak sebagai orang yang mempromosikan bidang keahlian si dukun itu, padahal promosinya omong kosong dan penipu. Jika ada mangsa yang sudah masuk perangkap maka mulai diadakan perjanjian untuk pergi ke rumah sang Dukun. Dengan trik perdukunan si Mbah Dukun bisa menebak isi hati dan kemauan pasien, inilah salah satu penipuan yang bisa menjatuhkan martabat Dukun yang asli.
Pada mulanya Dukun adalah orang-orang penolong tanpa pamrih. Dengan adanya Penipu yang menyamar sebagai Dukun ini maka dikenalah istilah Perdukunan yang nilainya negatif di masyarakat luas yaitu diasosiakan sebagai Seorang penipu.
Untuk menipu mangsanya biasanya menawarkan azimat maupun benda-benda bertuah yang harganya mahal, padahal ini merupakan tata cara penipuan yang halus jalannya. Ada juga penipu yang menyamar sebagai orang yang taat beragama dan dengan TIM-nya itu sebenarnya merupakan Penipu-penipu yang menyamar sebagai orang-orang taat beragama, ini juga sebenarnya Perdukunan yang berada pada jalur agama. Cara menipunya dengan minyak wangi yang harganya jutaan rupiah dan bahkan ada yang sampai ada minyak wangi yang harganya sampai diatas sepuluh juta rupiah padahal isinya cuman sedikit dengan botol khusus ukurannya kecil.
Ada 2 globalisasi

Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara
Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Pengertian Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.
Jan Aart Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
  • Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
  • Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
  • Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
  • Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
  • Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.

Jumat, 29 Maret 2013

makanan kesukaan saya dan resepnya


“Tahu Tek (Jawa Timur)”
                                                           
Bahan :
 2 buah tahu putih
 1 buah kentang ukuran sedang
50 gram tempe
50 gram tauge
1 butir telur
1 sdm bawang goreng



 Bumbu halus :
 50 gram kacang tanah goreng
1.5 sdm petis
 1 buah cabe merah,
iris 5 buah cabe rawit merah,
iris 2 sdm kecap manis
 ½ sdt garam
2 siung bawang putih


Cara membuat :
 Tahu potong dadu, goreng ½ matang,
 sisihkan Kentang potong dadu,
goreng matang,
 sisihkan Tempe potong dadu, goreng ½ matang,
 sisihkan Tauge kukus layu (rendam pake air panas),
sisihkan Telur rebus, belah dua, sisihkan(sesuai selera)
 Bumbu dihaluskan jadi satu Sajikan diatas piring:
 atur tahu putih,  kentang,  tempe, tauge,
 lalu siram dengan bumbu halus dan taburi atasnya dengan bawang goreng.
 Bisa dimakan dengan lontong.


bebas


Sandiwara cinta

Aku tahu ini semua tak adil
ssAku tahu ini sudah terjadi
Mau bilang apa aku pun tak sanggup
Air mata pun tak lagi mau menetes

Alasannya seringkali ku dengar
Alasannya seringkali kau ucap
Kau dengannya seakan ku tak tahu
Sandiwara apa yang telah kau lakukan kepadaku

Jujurlah sayang aku tak mengapa
Biar semua jelas telah berbeda
Jika nanti aku yang harus pergi
Ku terima walau sakit hati

Mungkin ini jalan yang engkau mau
Mungkin ini jalan yang kau inginkan
Kau dengannya seakan ku tak tahu
Sandiwara apa, ceritanya apa, aku tahu

Jujurlah sayang aku tak mengapa
Biar semua jelas telah berbeda
Jika nanti aku yang harus pergi
Ku terima walau sakit hati

Jujurlah sayang aku tak mengapa
Biar semua jelas telah berbeda
Jika nanti aku yang harus pergi
Ku terima walau sakit hati
Ku terima walau sakit hati

Ketika kita menjadi pemimpin di wilayah 2/3 perairan maka kelayakan apa yang akan anda lakukan?


Ketika kita menjadi pemimpin di wilayah 2/3 perairan maka kelayakan apa yang akan anda lakukan?


Jika saya jadi pemimpin di 2/3 perairan maka yang saya lakukan adalah:

1.      Saya ingin mencermati lingkungan sekitar apa yang sedang dibutuhkan saat ini, dan yang akan datang misalnya membangun sarana pendidikanapa bila dilingkungan tersebut kurangnya sekolah karna dengan membangun sarana pendidikan / sekolah akan menjadikan bangsa indonesia menjadi lebih maju.

2.       Membangun dermaga dilingkungan perairan sebagai sarana perdaganagan dan lintasan perairan.


3.      Saya akan membangun sarana kesehatan sseperti puskesmas, dan rumah sakit umum daerah.

4.      Membangun fasilitas pantai yang baik agar pantai menjadi tujuan wisata yang diminati wisatawan.

5.         Membangun angkatan laut untuk menjaga kelautan negara terutama wilayah perairan dari ancaman pihak asing, baik yang mengganggu secara militer maupun mengganggu ekosistem dan kekayaan laut.


6.      Membersihkan laut, agar ekosistem laut tidak kotor/ terkena limbah.

PETA INDONESIA DENGAN PULAU PULAUNYA


PETA INDONESIA DENGAN PULAU PULAUNYA

 
1. Pulau bangkit : kabupaten Bolaang Mangondow, sulawesi utara
2. Pulau Alor : Kabupaten Alor, nusa tenggara timur.
3.dolangan : kabupaten toli – toli, sulawesi tengah
4. karang : kabupaten maluku tenggara, maluku
5. manuk : kabupaten tasik malaya, jawa barat
6. nipa : kota batam, kepulauan riau.
7. nusakambangan: kabupaten cilacap, jawa tengah
8. pulau sekatung : kabupaten natuna, kepulauan riau
9. wetar: kabupaten maluku tenggara barat, maluku
10. sebatik : kabupaten nunukan, kalimatan timur




Batas Pulau Nipah antara RI dan Singapura akhirnya disepakati bersama. Kesepakatan batas pulau yang kerap menjadi aksi penyelundupan BBM ini akan ditekan pada Februari 2009. "Yang disepakati adalah segmen barat Pulau Nipah, di utara Pulau Nipah itulah disepakati batas laut teritorialnya.
Menurut Presiden, batas laut di Pulau Nipah menggantung sejak persetujuan bersama disepakati pada 1973 lalu. Selepas itu, belum ada perundingan lanjutan terkait batas kedua negara. Perundingan batas laut di Pulau Nipah, lanjut Presiden, baru berlanjut kembali pada 2005. Perundingan lanjutan ini dengan harapan ada kemajuan negosiasi perbatasan.
"Negosiasi perbatasan baik darat dan laut selalu tak mudah, tapi akhirnya setelah dilakukan negosiasi intens, akhir tahun lalu dicapai kesepakatan," tandasnya seraya mengapresiasi juru runding RI yang dikomandoi Menko Polhukam Widodo AS dan Menlu Hassan Wirajuda. "Saya ucapkan selamat kepada juru runding RI,"
Pembahasan teknis di antara kedua negara perihal batas Pulau Nipah kembali dilakukan di Jakarta, pada awal November 2008. Dari sinilah kesepakatan bersama hadir.